Romain Grosjean Tak Kapok Meski Pernah Alami Kecelakaan Parah

Berita F1: Romain Grosjean mengalami kecelakaan parah saat balapan di GP Bahrain musim lalu, namun ia tetap berkarier di dunia balap meski pindah jalur ke IndyCar.

Romain Grosjean mengalami kecelakaan tragis saat tampil di balapan F1, GP Bahrain musim 2020. Namun ia memutuskan tak mundur dari dunia balap dan tetap berkarier dengan menjadi pebalap IndyCar. Untuk itu, ia perlu meyakinkan orang-orang terdekatnya bahwa ia masih mampu melakoni olahraga menantang bahaya tersebut. Ia mengaku insiden yang dialaminya tersebut justru semakin menguatkan tekadnya.

“Tidak ada titik di mana saya berpikir untuk keluar dari balapan. Saya telah membicarakan itu dengan teman, keluarga dan orang tua, sehingga mereka merasa lebih baik,” ujar Grosjean dalam podcast ‘Beyond the Grid’ Formula 1.

Ia bahkan tak sabar segera pulih setelah mengalami kecelakaan agar bisa melakoni lomba perpisahan dengan F1 maupun Haas di Abu Dhabi.

“Pertama, saya ingin ambil bagian di balapan Abu Dhabi, akhir musim. Ketika itu gagal, saya memberi tenggat baru yakni 31 Januari sehingga saya dapat menggunakan tangan sepenuhnya untuk melakukan tes balap dan berlomba di IndyCar,” tuturnya.

“Keluar (dari balap) tidak pernah menjadi opsi, meski beberapa orang mencoba mengeluarkan saya,” kata Grosjean.

Sosok yang ingin menghentikannya justur berasal dari lingkaran dalam, yakni anak-anaknya sendiri yang cemas melihat kondisi sang ayah. Namun, perlahan-lahan mereka berbalik mendukung. Putranya yang kini berusia lima tahun bahkan selalu bertanya kapan Grosjean kembali ke Amerika Serikat dan balapan Indycar.

“Pada awalnya, anak-anak ingin saya berhenti, tapi mereka sekarang malah tidak setuju. Saya kira mereka memahami bahwa itu membuat saya bahagia,” pria Prancis itu mengisahkan. 

“Saya menikmati hidup ketika balapan dan menemukan kepuasan dalam proses. Jadi ketika saya pulang, saya bisa menjadi ayah yang lebih baik,” imbuhnya.

Pebalap yang saat ini membela Dale Coyne Racing mengungkapkan bahwa modal tekad untuk bangkit tak cukup. Ia bahkan perlu bantuan dari psikolog.

 “Saya bekerja sama dengan psikolog untuk menghilangkan trauma dan mimpi buruk. Sejauh ini cukup berhasil karena hanya dua kali mengingat lagi momen mengerikan. Pertama, itu pukul 6 pagi, ketika dibangunkan putra saya,” jelas Grosjean.

“Kedua, jelang dibius, saat akan menjalani operasi tangan di Jenewa. Tapi setelah itu, tidak ada lagi, tanpa mimpi buruk. Saya bisa menonton insiden dengan tenang dan membahasnya,” tambahnya.

Fakta bahwa nyawanya selamat membuat Romain Grosjean seolah terlahir jadi manusia baru dan menjadi seorang yang lebih menghargai hidup.

“Itu ketika Anda menyadari betapa indah hidup ini. Ya, Anda punya sedikit masalah di sini dan sana yang sering Anda keluhkan. Tapi saya bangun setiap pagi dan mengingat bahwa saya hidup,” tutup Grosjean.

Artikel Tag: Romain Grosjean, F1 2021, Haas, GP Bahrain 2020