Richard Gasquet Pikir Federasi Tenis Adalah Boneka

Berita Tenis: Petenis berkebangsaan Perancis, Richard Gasquet baru-baru ini berpartisipasi di Ultimate Tennis Showdown (UTS) dan kalah dari sang juara, Matteo Berrettini di semifinal. Ia memuji ajang tersebut atas inovasinya di dunia tenis.

Sementara itu, dalam wawancara dengan L’equipe, Gasquet melontarkan kritikannya terhadap federasi tenis. Ia mengatakan bahwa semua orang harus berhati-hati. Ketika ia berpartisipasi di UTS, ia dites setiap pekan, sehingga para petenis bisa tetap sehat sampai sekarang. Gasquet merasa frustasi dengan federasi yang tidak mengimplementasikan protokol yang tepat di tengah-tengah pandemi COVID-19.

“Tentu anda harus berhati-hati. Saya berusaha untuk berhati-hati sebaik mungkin dan saya berharap semua orang melakukan yang sama. Di UTS, saya dites setiap akhir pekan. Anda harus berusaha untuk tetap hidup,” ungkap Gasquet.

Gasquet juga melabeli pihak ATP sebagai bencana. Ia menyatakan bahwa pertemuan melalui zoom antara pihak ATP dan para petenis tidak menghasilkan apa pun, jadi ia melewatkannya. Ia juga mengomentari bahwa federasi adalah boneka dan mereka tidak memiliki kekuasaan. Pihak pemerintah yang akhirnya mengambil keputusan. Jadi, baik FFT (federasi tenis Perancis) dan USTA (federasi tenis AS) tidak memiliki kekuatan untuk mengambil keputusan dalam penyelenggaraan masing-masing Grand Slam di Paris dan New York.

“Di ATP, mereka seperti bencana, mereka tidak mengatakan apa pun kepada para petenis. Konferensi melalui zoom tidak menghasilkan apa pun, jadi saya tidak menghadirinya. Dalam hal apa pun, pihak pemerintah yang memutuskan. Di New York, gubernur yang memutuskan, begitupun dengan di Roland Garros, pemerintah Perancis yang memutuskan. Baik Bernard Giudicelli (presiden FFT) mau pun presiden USTA bukan pengambil keputusan. Federasi tenis adalah boneka,” tukas Gasquet.

Artikel Tag: Tenis, US Open, French Open, Richard Gasquet

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.