Lee Zii Jia Tak Suka Dibandingkan Dengan Lee Chong Wei

Berita Badminton : “Tolong jangan bandingkan Saya dengan Lee Chong Wei.” Itulah pesan Lee Zii Jia kepada para penggemar yang melihatnya sebagai Lee Chong Wei berikutnya.

Dalam wawancara pertamanya dengan media sejak kembali dari kejayaannya di All England, Zii Jia berkata: “Sejujurnya, saya tidak terlalu suka dibandingkan dengan Chong Wei. Prestasinya tidak terkalahkan dan dia tidak diragukan lagi adalah seorang legenda.”

“Bahkan, jika suatu hari saya memenangkan medali emas Olimpiade dan Kejuaraan Dunia, itu tidak berarti saya lebih baik atau akan menggantikan Lee Chong Wei,” ungkapnya.

“Di sisi lain, saya Lee Zii Jia dan saya memiliki cerita sendiri untuk ditulis dan saya percaya perjalanan saya baru saja dimulai.”

Memang, jalan yang mengasyikkan terbentang di depan anak laki-laki dari Kedah itu. Dan Zii Jia adalah segalanya yang telah lama dicari oleh negara penggila bulu tangkis sebagai penerus mantan peringkat 1 dunia dan peraih medali perak Olimpiade tiga kali, Lee Chong Wei.

Dengan Olimpiade Tokyo di bulan Agustus, ada harapan besar di pundak Lee Zii Jia yang berusia 22 tahun untuk mengakhiri penantian panjang Malaysia untuk medali emas Olimpiade yang pertama.

Para penggemar kian berharap untuk mengantisipasi terutama ketika Zii Jia menunjukkan kelasnya dengan mengalahkan peringkat 1 dunia, Kento Momota dari Jepang dan peringkat 2 dunia, Victor Axelsen dari Denmark di All England dalam perjalanan menuju gelar mayor pertamanya.

Peringkat dunia Lee Zii Jia telah meningkat, dari No 10 menjadi No 8, tapi untuk kreditnya, pebulutangkis itu tetap membumi dan fokus. Namun, ia dengan tegas menjauhkan diri dari perbandingan dengan Lee Chong Wei, atau disebut-sebut sebagai harapan besar Malaysia berikutnya.

“Nyatanya saya tidak merasa ada yang lebih istimewa meski memenangkan All England. Fokus saya masih berlatih sekeras yang saya bisa dan saya akan selalu berusaha untuk tetap rendah hati dan tidak terbawa oleh kesuksesan ini,” kata Zii Jia.

“Saya tahu ada banyak harapan pada saya sekarang terutama dengan Olimpiade yang akan datang, tetapi saya tidak ingin berpikir terlalu jauh ke depan dan terlalu menekan diri sendiri jika tidak perlu.”

Zii Jia, yang memulai musim dengan buruk saat ia berjuang untuk menemukan performa terbaiknya selama BWF World Tour Asia di Thailand pada Januari, namun mengakui kesuksesan di All England akan menjadi titik balik kepercayaan dirinya.

“Sejujurnya, kepercayaan diri saya berada pada titik terendah sepanjang masa setelah perjalanan ke Thailand karena saya bermain sangat buruk di sana,” kata Zii Jia.

“Saya dalam suasana hati yang sangat sedih sehingga saya bahkan tidak kembali ke Kedah untuk perayaan Tahun Baru Imlek dan memberi tahu orang tua saya bahwa Asosiasi Bulutangkis Malaysia (BAM) tidak memberi kami istirahat, hanya agar saya bisa tinggal kembali dan berlatih.”

“Kemenangan di All England benar-benar mengejutkan bahkan untuk diri saya sendiri karena saya tidak mengharapkan diri saya untuk bangkit kembali dari perjuangan dalam waktu yang singkat.”

“Saya harus menerima bahwa (Kento) Momota mungkin tidak dalam kondisi terbaiknya karena ini adalah turnamen pertamanya dalam satu tahun, sementara pemain China dan Indonesia juga tidak ikut serta.”

“Tapi saya yakin saya pantas memberi diri saya beberapa pujian karena ini adalah prestasi yang luar biasa mengalahkan Momota dan Axelsen dalam satu turnamen,” imbuh Zii Jia.

“Sekarang saya hanya ingin fokus pada peningkatan permainan saya dan menjadi lebih konsisten dan stabil karena saya merasa itulah yang masih kurang untuk menjadi 10 pemain top sejati. Terutama karena siapa pun di 10 besar dunia bisa bermain sama baiknya pada hari mereka dan saya harus terus bekerja keras untuk mempertahankan level penampilan ini,” Zii Jia menambahkan.

Selain Olimpiade, Lee Zii Jia juga berharap bisa tampil bagus di Malaysia Open pada 25-30 Mei.

Pemain nomor satu nasional itu tidak tampil bagus pada Malaysia Open edisi terakhir saat ia tersingkir di babak pertama pada undian utama dalam debutnya pada 2019.

“Saya pasti berharap bisa tampil bagus di Malaysia Open tapi yang lebih penting, saya hanya ingin menikmati permainan saya dan tetap positif,” tambah Zii Jia.

Artikel Tag: Lee Zii Jia, lee chong wei, All England 2021, olimpiade